Rekam Sulawesi

Api Lahap Bukit Kalubibing di Samping Mapolda, Kapolda Sulbar Turun Langsung Kerahkan Pasukan

11
×

Api Lahap Bukit Kalubibing di Samping Mapolda, Kapolda Sulbar Turun Langsung Kerahkan Pasukan

Sebarkan artikel ini

Rekam-Jejak.com MAMUJU – Kobaran api tiba-tiba melahap lahan perkebunan warga di Bukit Kalubibing, yang berada tepat di samping Markas Komando Polda Sulawesi Barat, Rabu (23/9/2026).

Peristiwa tersebut langsung mendapat respons cepat dari Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta. Didampingi sejumlah Pejabat Utama Polda Sulbar, Kapolda segera menginstruksikan jajarannya untuk melokalisasi titik api agar tidak meluas ke kawasan sekitar.

Personel Dit Samapta dan Sat Brimob Polda Sulbar langsung bergerak menuju lokasi. Dengan dukungan sarana pemadam serta pasokan air yang telah disiagakan, petugas berjibaku memadamkan api di tengah kondisi medan perbukitan yang cukup terjal.

Kapolda Sulbar bahkan turun langsung memantau proses pemadaman. Ia memastikan penanganan dilakukan secara cepat dan terukur, terutama untuk mencegah kobaran api merembet ke permukiman warga di sekitar Bukit Kalubibing.

Pemantauan juga dilakukan dari udara menggunakan drone. Langkah tersebut dilakukan untuk melihat kondisi kawasan secara lebih luas, termasuk memantau arah angin dan mengantisipasi munculnya titik api baru.

Di tengah proses penanganan, Kapolda juga menginstruksikan Satuan Reserse Kriminal untuk melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kebakaran.

Kabid Humas Polda Sulbar Kombes Pol Memo Ardian membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, berkat respons cepat personel dan koordinasi yang solid di lapangan, kobaran api berhasil dikendalikan dalam waktu relatif singkat.

“Kesigapan personel dan koordinasi di lapangan menjadi kunci sehingga kebakaran dapat segera dikendalikan,” demikian keterangan Humas Polda Sulbar.

Polda Sulbar juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya di kawasan perbukitan yang kondisi vegetasinya kering.

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api. Selain dapat membahayakan lingkungan dan permukiman, pembakaran lahan secara sengaja juga dapat berujung pada proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Kebakaran di Bukit Kalubibing menjadi pengingat bahwa kondisi lahan yang kering membutuhkan kewaspadaan bersama. Pencegahan sejak dini dinilai penting agar api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *