Rekam Sulawesi

Eks Napiter Bongkar Bahaya Radikalisme, Polda Sulbar Perkuat Benteng Personel dari Paham IRET

11
×

Eks Napiter Bongkar Bahaya Radikalisme, Polda Sulbar Perkuat Benteng Personel dari Paham IRET

Sebarkan artikel ini

Rekam-Jejak.com MAMUJU – Ada yang berbeda dalam pelaksanaan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) Polda Sulawesi Barat kali ini. Bukan sekadar pembinaan keagamaan, kegiatan tersebut menghadirkan dua mantan narapidana terorisme (eks napiter), Sofyan Tsauri dan Suryadi Mas’ud, untuk berbagi pengalaman sekaligus membongkar bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Marannu Mapolda Sulbar, Kamis (24/9/2026), dihadiri langsung Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, para Pejabat Utama (PJU), serta seluruh personel Muslim Polda Sulbar.

Kehadiran kedua eks napiter tersebut menjadi bagian dari langkah preventif Polda Sulbar dalam memperkuat ketahanan mental dan spiritual personel, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran paham radikal.

Di hadapan personel, Sofyan Tsauri dan Suryadi Mas’ud secara terbuka menceritakan perjalanan hidup mereka hingga pernah terpapar paham ekstremisme. Keduanya juga menguraikan sejumlah faktor yang dapat membuat seseorang rentan terpengaruh doktrin radikal serta dampak yang ditimbulkan ketika seseorang telah masuk dalam lingkungan tersebut.

Pengalaman langsung para mantan pelaku tersebut diharapkan menjadi pembelajaran nyata bagi personel kepolisian agar mampu mengenali tanda-tanda radikalisme sejak dini.

Dalam arahannya, Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta menekankan pentingnya membangun karakter personel yang berintegritas, rendah hati, dan memiliki ketahanan spiritual.

Kapolda mengingatkan seluruh personel agar tidak terjebak dalam sifat sombong yang dapat merusak diri sendiri maupun hubungan dengan orang lain.

“Pesan saya, jangan pernah menjadi orang yang sombong. Hilangkan sifat buruk itu sekecil apa pun dari diri kita. Biarlah orang lain merendahkan kita, karena membumi itu jauh lebih baik dan menyelamatkan,” tutur Kapolda.

Jenderal bintang dua itu juga mengajak personel untuk terus merefleksikan hakikat kehidupan dan kematian. Menurutnya, kesadaran terhadap kematian harus menjadi pengingat bagi setiap anggota untuk senantiasa memperbanyak kebaikan selama masih diberikan kesempatan hidup.

“Kematian itu adalah sebuah kepastian. Maka manfaatkan sisa umur yang ada di dunia ini untuk konsisten melakukan kebaikan. Setiap ucapan yang keluar dari mulut mencerminkan kebiasaan dan isi hati kita,” tegasnya.

Kapolda juga mengingatkan bahwa setiap perbuatan manusia akan dipertanggungjawabkan, sehingga kehidupan sehari-hari harus diisi dengan perilaku yang baik serta menjauhi tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Ia kemudian mengajak seluruh personel untuk terus memperkuat kecintaan kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan menjadikan keteladanan beliau sebagai pedoman dalam kehidupan.

Di hadapan jajarannya, Kapolda turut memberikan apresiasi kepada seluruh personel Polda Sulbar yang dinilainya telah menunjukkan perilaku terpuji dalam menjalankan tugas.

“Saya melihat rekan-rekan sekalian adalah polisi yang baik dan senantiasa mampu menunjukkan perilaku yang terpuji. Tunjukkan jati diri kalian sebagai muslim yang baik, karena pada umumnya, masyarakat menilai keindahan suatu agama dari bagaimana sikap dan perilaku para penganutnya,” ujar Kapolda.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Sofyan Tsauri dan Suryadi Mas’ud. Keduanya mengupas secara gamblang pola penyebaran paham radikal, faktor yang menyebabkan seseorang dapat terpapar, hingga strategi kontra-radikalisasi.

Melalui pengalaman yang pernah mereka jalani, kedua eks napiter tersebut juga memberikan perspektif langsung mengenai pentingnya kewaspadaan dan pembinaan berkelanjutan untuk mencegah infiltrasi paham radikal di tengah masyarakat.

Binrohtal tersebut menjadi salah satu upaya Polda Sulbar untuk memperkuat ketahanan mental, spiritual, dan ideologi personel, sehingga anggota Polri tidak hanya dituntut profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *