Rekam-Jejak.com PASANGKAYU – Kebakaran menghanguskan satu unit rumah panggung milik warga di Dusun Mata Allo, Desa Tamarunang, Kecamatan Duripoku, Kabupaten Pasangkayu, Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 17.00 WITA.
Rumah berukuran sekitar 7 x 12 meter tersebut diketahui milik Samir (43), seorang petani. Ironisnya, rumah itu baru sehari ditempati oleh penyewa, Sunarti (41), warga Desa Lumu, Kecamatan Budong-Budong.
Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, Sunarti meninggalkan rumah sekitar pukul 15.30 WITA untuk menuju tempat kerjanya di SPPG Yayasan Insan Sehat Lestari.
Selang sekitar satu setengah jam kemudian, seorang saksi bernama Ahmad mendengar suara ledakan yang diduga berasal dari tabung gas. Saat mengecek sumber suara, saksi mendapati rumah tersebut sudah dilalap api.
Kobaran api dengan cepat membesar hingga menghanguskan seluruh bangunan. Bahkan, api sempat merambat dan membakar bagian jendela rumah warga bernama Kasdir yang berada di sebelah lokasi kejadian.
Dalam waktu sekitar 30 menit, rumah panggung tersebut ludes terbakar.
Dari hasil pemeriksaan awal dan pengumpulan bahan keterangan, kebakaran diduga kemungkinan dipicu korsleting listrik. Rumah tersebut diketahui sebelumnya telah lama kosong dan baru ditempati penyewa sehari sebelum kejadian.

Sejumlah barang milik penghuni turut hangus terbakar, di antaranya satu tabung gas, kompor gas, KTP, Kartu Keluarga, peralatan dapur serta berbagai perlengkapan rumah tangga lainnya.
Personel Polsek Sarudu yang tiba di lokasi langsung melakukan pengamanan dan pemeriksaan awal tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta membantu warga menangani sisa api guna mencegah kebakaran kembali membesar dan merambat ke bangunan di sekitar lokasi.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pemilik rumah juga menyampaikan bahwa kejadian tersebut merupakan musibah dan tidak menganggapnya sebagai tindak pidana.
Akibat kebakaran itu, kerugian materiel diperkirakan mencapai sekitar Rp30 juta.
Kapolsek Sarudu IPTU Sofian Safruddin mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya saat menggunakan instalasi listrik, kompor, tabung gas maupun sumber api lainnya.
“Musibah kebakaran dapat terjadi kapan saja. Untuk itu, masyarakat diharapkan selalu memastikan kondisi instalasi listrik dan peralatan rumah tangga dalam keadaan aman sebelum meninggalkan rumah,” imbau IPTU Sofian.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi instalasi listrik dan peralatan rumah tangga, terutama ketika rumah ditinggalkan dalam keadaan kosong.













