Rekam Sulawesi

Kapolda Sulbar Berganti, Jenderal Anti-Korupsi Totok Suharyanto Ambil Alih Estafet Kepemimpinan

145
×

Kapolda Sulbar Berganti, Jenderal Anti-Korupsi Totok Suharyanto Ambil Alih Estafet Kepemimpinan

Sebarkan artikel ini

Rekam-Jejak.com SULAWESI BARAT — Babak baru kepemimpinan Kepolisian Daerah Sulawesi Barat resmi dimulai. Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta harus meninggalkan kursi Kapolda Sulbar setelah lebih dari setahun memimpin Bumi Malaqbi.

Posisinya kini dipercayakan kepada Irjen Pol Totok Suharyanto, perwira tinggi Polri yang sebelumnya menjabat Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kakortastipidkor) Polri.

Pergantian tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Mutasi ini menjadi bagian dari rotasi besar-besaran Polri yang turut menyasar sejumlah jabatan Kapolda.

Irjen Pol Adi Deriyan yang memimpin Polda Sulbar sejak Agustus 2025 kini mendapat penugasan baru sebagai Perwira Tinggi Bareskrim Polri dalam rangka penugasan pada Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).

Selama berada di Sulbar, Adi Deriyan dikenal aktif mendorong pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Berbagai kegiatan sosial seperti Jumat Berkah, bakti sosial hingga pembinaan anak yatim menjadi bagian dari aktivitas yang rutin digelar jajaran Polda Sulbar.

Kini estafet kepemimpinan berpindah kepada Totok Suharyanto.

Sebelum ditunjuk sebagai Kapolda Sulbar, Totok dipercaya memimpin Kortastipidkor Polri sejak 27 Februari 2026. Sebelumnya, ia juga menjabat Direktur Penindakan Kortastipidkor.

Pengalaman panjang di bidang reserse dan pemberantasan tindak pidana korupsi menjadi bagian penting dari rekam jejak Totok. Selama berada di Kortastipidkor, ia terlibat dalam penanganan sejumlah perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang, termasuk perkara strategis yang berujung pada penggeledahan di sejumlah lokasi.

Nama Totok juga muncul dalam penanganan perkara dugaan korupsi di Kabupaten Gowa yang pada September 2026 menyeret Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang sebagai tersangka.

Rekam jejak tersebut membuat Totok kerap mendapat sorotan sebagai perwira yang memiliki pengalaman kuat di bidang penindakan dan pemberantasan korupsi.

Menariknya, pergantian pucuk pimpinan Polda Sulbar ini mempertemukan dua perwira yang memiliki latar belakang angkatan yang sama. Adi Deriyan dan Totok Suharyanto merupakan lulusan Akademi Kepolisian 1994 dan sama-sama memiliki pengalaman panjang di jalur reserse.

Kini, keduanya berada dalam satu rangkaian estafet kepemimpinan Polda Sulbar: Adi Deriyan melanjutkan tugas di tingkat nasional dengan penugasan pada sektor lingkungan hidup, sementara Totok Suharyanto dipercaya meneruskan kepemimpinan kepolisian di Sulawesi Barat.

Pergantian ini sekaligus membuka babak baru bagi Polda Sulbar. Pengalaman Totok di bidang penegakan hukum dan pemberantasan korupsi akan menjadi bagian dari modal kepemimpinannya, sementara berbagai pendekatan pelayanan dan kedekatan dengan masyarakat yang telah berjalan di era sebelumnya menjadi bagian dari dinamika organisasi yang terus berlanjut.

Untuk selanjutnya, publik Sulawesi Barat akan melihat bagaimana kepemimpinan baru tersebut diterjemahkan dalam pelaksanaan tugas kepolisian, pelayanan masyarakat, serta penegakan hukum di Bumi Malaqbi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *