Rekam-Jejak.com SULAWESI BARAT – Jangan sampai mengejar gengsi justru menghancurkan masa depan. Pesan inilah yang ditekankan Polda Sulawesi Barat kepada para Bintara Remaja melalui kegiatan Subuh Keliling yang diisi dengan pembinaan keimanan, integritas, serta peringatan terhadap bahaya judi online dan jeratan pinjaman online (pinjol).
Dalam suasana sederhana dan penuh kekeluargaan, Kabidpropam dan Kabidkum Polda Sulbar duduk bersama para Bintara Remaja untuk memberikan nasihat tentang pentingnya mengendalikan diri, mengelola keuangan, dan menjalani kehidupan sesuai kemampuan.
Pembinaan tersebut menyoroti fenomena gaya hidup konsumtif yang kerap mendorong seseorang memaksakan keinginan demi mengikuti tren, terlihat mewah, atau mendapatkan pengakuan dari lingkungan pergaulan.
Padahal, keinginan memperoleh kekayaan secara instan maupun kebiasaan berutang untuk memenuhi gengsi dapat membawa seseorang pada persoalan keuangan, tekanan psikologis, konflik keluarga, hingga pelanggaran disiplin dan hukum.
Bagi anggota Polri yang baru memulai perjalanan pengabdiannya, kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan menjadi bekal penting untuk menjaga masa depan sekaligus kehormatan institusi.
“Jadilah dirimu sendiri, hiduplah sesuai kebutuhan, bukan memaksakan keinginan.” Pesan tersebut menjadi inti pembinaan agar para Bintara Remaja tidak menjadikan kemewahan sebagai ukuran keberhasilan hidup.
Kabid Humas Polda Sulawesi Barat, Kombes Pol Memo Ardian, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan Subuh Keliling merupakan salah satu sarana untuk memperkuat karakter dan integritas personel sejak dini, sejalan dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat.
“Melalui Subuh Keliling, para Bintara Remaja tidak hanya diajak memperkuat keimanan dan ketakwaan, tetapi juga dibekali pemahaman tentang pentingnya menjaga diri dari judi online, pinjaman online yang tidak terkendali, dan perilaku konsumtif. Jadilah diri sendiri, hiduplah sesuai kebutuhan, jangan memaksakan keinginan hanya untuk terlihat hebat di mata orang lain,” jelasnya.
Menurut Memo, setiap anggota Polri memiliki perjalanan kehidupan dan kemampuan ekonomi yang berbeda. Karena itu, membandingkan diri dengan orang lain tidak seharusnya menjadi alasan untuk berutang atau melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri.
“Jangan malu hidup sederhana. Yang harus kita malu adalah ketika memaksakan gaya hidup di luar kemampuan, kemudian mengorbankan keluarga, pekerjaan, dan kehormatan diri sendiri. Seragam Polri adalah amanah. Jangan sampai rusak hanya karena tidak mampu mengendalikan keinginan,” tegasnya.
Ia menambahkan, integritas seorang polisi tidak hanya dinilai ketika menjalankan tugas di lapangan, tetapi juga tercermin dari sikap, perilaku, dan tanggung jawabnya dalam kehidupan sehari-hari.
Bagaimana seorang polisi dapat mengingatkan masyarakat tentang bahaya judi online jika dirinya sendiri terjerumus? Begitu pula edukasi tentang pengelolaan keuangan akan kehilangan makna apabila tidak disertai keteladanan dalam mengendalikan pengeluaran pribadi.
Karena itu, pembinaan internal menjadi langkah penting untuk memastikan personel Polri mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Kehadiran Kabidpropam dan Kabidkum dalam kegiatan tersebut juga menegaskan pentingnya pencegahan pelanggaran melalui pembinaan moral, penguatan disiplin, dan peningkatan kesadaran hukum. Upaya ini diharapkan dapat membangun kesadaran dari dalam diri setiap anggota, bukan semata-mata mengandalkan sanksi setelah pelanggaran terjadi.
“Jadilah polisi yang kaya akan kejujuran, kaya akan kepedulian, dan kaya akan pengabdian. Tidak masalah hidup sederhana, selama kita dapat tidur dengan tenang, keluarga bahagia, dan kehormatan tetap terjaga,” ungkap Memo.
Melalui pendekatan keagamaan dan komunikasi yang humanis, Polda Sulbar berharap para Bintara Remaja mampu membangun kebiasaan hidup yang sehat, menggunakan penghasilan secara bijaksana, menjauhi judi online, serta berhati-hati terhadap layanan pinjaman online.
Lebih dari sekadar kegiatan ibadah berjamaah, Subuh Keliling menjadi ruang pembinaan untuk membentuk personel yang matang secara moral, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu menjadi teladan bagi masyarakat.
Pesan yang ingin ditanamkan pun jelas: masa depan tidak dibangun dengan memenuhi semua keinginan, melainkan dengan menentukan prioritas, bekerja secara jujur, dan menjaga amanah.
“Lebih baik hidup sederhana dengan penuh kehormatan daripada terlihat kaya, tetapi kehilangan ketenangan, keluarga, dan masa depan.”
Polda Sulbar menegaskan, semangat Polisi Bersama Masyarakat harus dimulai dari pribadi yang berintegritas. Menjauhi judi online, tidak terjerat pinjol yang tidak terkendali, serta berani hidup sederhana merupakan bagian dari upaya menjaga kehormatan diri, keluarga, dan institusi Polri.













