Rekam-Jejak.com MAMUJU – Gerakan swasembada bawang putih di Sulawesi Barat tak hanya bicara soal lahan, bibit, dan hasil panen. Di balik agenda penanaman bawang putih serentak, perhatian terhadap kesehatan masyarakat juga menjadi bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan pangan.
Hal itu terlihat dalam kegiatan bakti sosial dan bakti kesehatan yang digelar Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Barat bersama Rumah Sakit Bhayangkara Mamuju, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di halaman RS Bhayangkara Mamuju itu menyasar masyarakat Kecamatan Simboro dan Kepulauan, Kabupaten Mamuju. Bakti kesehatan tersebut menjadi bentuk dukungan kepolisian terhadap program ketahanan pangan, khususnya percepatan swasembada bawang putih nasional.
Kabiddokkes Polda Sulbar, AKBP dr. Elvis Jefferson Sp.B, mengatakan pelayanan kesehatan yang diberikan merupakan wujud kepedulian Polri sekaligus upaya menghadirkan manfaat secara langsung di tengah masyarakat.
Menurut Elvis, keberadaan Biddokkes Polda Sulbar tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kesehatan internal kepolisian, tetapi juga memiliki peran dalam mendukung berbagai program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.
«“Kegiatan bakti sosial dan bakti kesehatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat. Kami ingin kehadiran Biddokkes Polda Sulbar tidak hanya dirasakan dalam aspek pelayanan kesehatan, tetapi juga ikut mendukung program pemerintah, termasuk percepatan swasembada bawang putih nasional,” kata Elvis.»
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat kesehatan bagi warga, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dalam mendukung ketahanan pangan.
Elvis juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kesehatan ketika menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk saat bekerja di sektor pertanian.
«“Kami juga mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan selama menjalankan aktivitas, termasuk dalam kegiatan pertanian. Kesehatan masyarakat merupakan bagian penting dalam mendukung produktivitas dan keberhasilan program pembangunan,” ujarnya.»
Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Mamuju, IPTU dr. Andi Iqbal Iskandar Sp.F, menegaskan keterlibatan rumah sakit dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen memperluas manfaat pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Menurutnya, ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat merupakan dua hal yang saling berkaitan. Produktivitas pertanian akan lebih optimal jika ditopang masyarakat yang sehat.
«“Rumah Sakit Bhayangkara Mamuju berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Bakti kesehatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pelayanan kami, sekaligus bagian dari dukungan terhadap kegiatan penanaman bawang putih serentak di wilayah Mamuju,” ujar Andi Iqbal.»
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberi manfaat nyata bagi warga sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah dan masyarakat dalam menjalankan program pembangunan.
«“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Program ketahanan pangan dan pelayanan kesehatan dapat berjalan beriringan, karena masyarakat yang sehat tentu menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan setiap program yang dilaksanakan,” pungkasnya.»
Dukungan Biddokkes Polda Sulbar dan RS Bhayangkara Mamuju menunjukkan bahwa gerakan swasembada bawang putih bukan semata-mata soal meningkatkan produksi pertanian. Ada aspek kesejahteraan masyarakat yang juga perlu diperhatikan agar program tersebut berjalan secara berkelanjutan.
Dengan menggabungkan penguatan sektor pangan dan pelayanan kesehatan, sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat program swasembada bawang putih nasional sekaligus memastikan masyarakat Sulawesi Barat tetap mendapat perhatian dan akses pelayanan kesehatan.













