Rekam Sulawesi

Wakapolda Sulbar Tegas: Polisi Pelayan Masyarakat, Jangan Jadi Benalu

14
×

Wakapolda Sulbar Tegas: Polisi Pelayan Masyarakat, Jangan Jadi Benalu

Sebarkan artikel ini

Rekam-Jejak.com SULBAR – Wakapolda Sulawesi Barat Brigjen Pol Hari Santoso menyampaikan arahan tegas kepada seluruh personel Polda Sulbar agar tidak melupakan hakikat utama pengabdian sebagai anggota Polri: melayani masyarakat, menjaga keamanan, serta menjunjung tinggi hukum dan etika.

Pesan tersebut disampaikan sebagai pengingat bahwa seragam kepolisian bukanlah simbol kekuasaan, melainkan amanah yang diberikan masyarakat dan negara.

“Ingat, kalian adalah pelayan masyarakat. Secara status, kedudukan kita justru lebih rendah dibanding masyarakat yang kita layani. Polri memiliki aturan hukum yang wajib dipatuhi dari ujung kepala hingga ujung kaki,” tegas Hari Santoso.

Ia mengingatkan seluruh personel agar tidak pernah menempatkan kepentingan pribadi maupun golongan di atas kepentingan masyarakat.

Menurutnya, setiap anggota Polri merupakan abdi negara yang tidak hanya terikat oleh aturan hukum, tetapi juga dituntut menjaga moral dan etika yang hidup di tengah masyarakat.

“Anda adalah panutan dan pelopor teladan hidup yang tertib, teratur dan berdisiplin. Jangan jadi benalu di tengah masyarakat,” ujarnya.

Pesan tersebut secara khusus ditujukan kepada personel yang baru memulai pengabdian. Wakapolda meminta mereka memahami bahwa seragam dan perlengkapan kepolisian yang dikenakan bukan merupakan milik pribadi.

“Seragam dan perlengkapan yang kalian pakai ini bukan milik pribadi. Ini adalah amanah yang diberikan masyarakat kepada negara dan wajib dijaga penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Wakapolda juga mengingatkan bahwa tugas Polri pada hakikatnya adalah menjaga keamanan sekaligus mengajak masyarakat kepada kebaikan, bukan sebaliknya.

Ia menekankan, tindakan satu orang personel dapat berdampak luas terhadap citra institusi.

“Satu kesalahan yang kalian lakukan akan mencoreng nama baik rekan-rekan lainnya yang sudah mengabdi dengan tulus. Jangan bangga berlebihan. Nama baik Polda Sulbar ada di pundak kalian,” katanya.

Karena itu, setiap anggota diminta tidak gegabah dalam mengambil keputusan maupun tindakan di lapangan. Menurutnya, disiplin dan kemampuan mengendalikan diri merupakan bagian penting dari profesionalisme seorang polisi.

“Berpikirlah positif. Sebelum mengambil tindakan, pikirkan seribu kali sebelum dilakukan. Jangan justru membuat onar karena kita telah terikat aturan yang tidak boleh dilanggar,” tuturnya.

Ia pun mengajak seluruh personel mempersiapkan diri menjadi bagian dari generasi terbaik Polri dengan bekerja sesuai koridor hukum dan menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Ke depannya Polri akan mengumpulkan tunas-tunas terbaik. Pastikan kalian termasuk di dalamnya dengan bekerja sesuai jalur hukum,” sambungnya.

Menutup arahannya, Brigjen Pol Hari Santoso mengingatkan bahwa status sebagai anggota Polri membawa konsekuensi tanggung jawab yang lebih besar dibanding masyarakat pada umumnya.

“Kita bukan lagi masyarakat biasa. Kita diberi tanggung jawab melayani dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat. Maka, perlu saling mengingatkan,” katanya.

Ia mengingatkan seluruh personel agar tidak menyia-nyiakan kepercayaan yang telah diberikan negara dan masyarakat.

“Percayalah, jika kalian kehilangan amanah karena pelanggaran, penyesalan itu akan datang selamanya. Sebelum itu terjadi, marilah perbaiki diri. Banyak bersyukur dan beribadah karena saat ini kita dipercaya memikul tanggung jawab besar sebagai abdi negara,” pungkasnya.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa kehormatan Polri tidak hanya dibangun melalui keberhasilan dalam menjalankan tugas, tetapi juga melalui sikap, perilaku, kedisiplinan dan integritas setiap personelnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *