Rekam Sulawesi

Polda Sulbar Sisir Lokasi Rawan Narkoba, Operasi Malam Catat Nihil Penangkapan

19
×

Polda Sulbar Sisir Lokasi Rawan Narkoba, Operasi Malam Catat Nihil Penangkapan

Sebarkan artikel ini

Rekam-Jejak.com MAMUJU – Polda Sulawesi Barat (Sulbar) terus memperketat pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Melalui Operasi Berantas Sarang Narkoba, polisi menyisir sejumlah lokasi yang diduga rawan aktivitas narkotika pada Selasa malam (13/10/2026).

Operasi yang berlangsung pukul 20.00 hingga 24.00 WITA tersebut melibatkan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulbar bersama jajaran Polres dan Polresta. Kegiatan ini dilaksanakan melalui patroli, pemantauan, serta pengecekan lapangan sebagai bagian dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD).

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia kepada Kapolri yang ditegaskan melalui Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Empat Jam Operasi, Polisi Tidak Temukan Barang Bukti Narkotika

Direktur Reserse Narkoba Polda Sulbar, Kombes Pol Ardanto Nugroho, S.H., S.I.K., M.H., M.Kn., melaporkan bahwa selama operasi berlangsung, petugas tidak mengamankan orang yang diduga terlibat penyalahgunaan narkotika maupun menemukan barang bukti narkoba.

Hasil operasi mencatat nihil penyalahguna yang diamankan, nihil kurir, dan nihil barang bukti narkotika.

Meski tidak menghasilkan penangkapan, kegiatan pengawasan tetap dilanjutkan. Petugas melakukan pemantauan secara bergantian dan berkelompok, terutama di wilayah yang telah menjadi sasaran pengecekan.

Polisi juga mengedepankan patroli dialogis dengan menyerap informasi, keluhan, serta masukan masyarakat terkait situasi keamanan lingkungan.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu mendeteksi potensi penyalahgunaan narkotika sejak dini sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam menjaga lingkungan masing-masing.

Polda Sulbar Ajak Masyarakat Berani Laporkan Aktivitas Mencurigakan

Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol Memo Ardian, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penindakan hukum, tetapi juga membutuhkan pencegahan dan keterlibatan aktif masyarakat.

“Perang terhadap narkoba tidak cukup hanya dengan penangkapan. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita mencegah penyalahgunaan sejak dini, menutup peluang peredaran narkotika, dan membangun keberanian masyarakat untuk menyampaikan informasi kepada kepolisian,” tegasnya.

Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan semata-mata untuk menindak pelaku kejahatan, melainkan juga mendengarkan aspirasi warga, memantau daerah rawan, serta mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.

“Polisi hadir bukan hanya ketika terjadi tindak pidana, tetapi juga untuk mendengar masyarakat, mengawasi wilayah rawan, dan mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Setiap informasi masyarakat sangat berarti dalam upaya menjaga masa depan Sulawesi Barat,” ujarnya.

Warga Diminta Tidak Diam Jika Mengetahui Peredaran Narkoba

Polda Sulbar menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan deteksi dini, memperkuat pengawasan, dan menindak setiap tindak pidana narkotika berdasarkan bukti serta ketentuan hukum yang berlaku.

Masyarakat pun diimbau tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan narkotika melalui kantor polisi terdekat atau layanan kepolisian 110.

Sinergi antara polisi dan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam mempersempit ruang gerak peredaran narkoba, melindungi keluarga, serta menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika.

Polda Sulbar – Polisi Bersama Masyarakat. Berantas Narkoba, Lindungi Generasi, Jaga Masa Depan Sulawesi Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *