Rekam-Jejak.com MAMUJU – Kapolda Sulawesi Barat, Irjen Pol Totok Suharyanto, S.I.K., M.H., langsung memasang standar tegas bagi seluruh jajarannya. Dalam commander wish perdana, Selasa (13/10/2026), ia menekankan disiplin total, penguatan profesionalisme, serta penggunaan media sosial secara bijak sebagai fondasi membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Arahan strategis tersebut disampaikan dari Ruang Vicon Mapolda Sulbar, dengan dihadiri Wakapolda, Irwasda, para Pejabat Utama (PJU), serta seluruh Kapolres jajaran dan personel, baik secara langsung maupun daring.
Di hadapan jajaran, Totok menegaskan bahwa keberhasilan institusi tidak cukup hanya diukur dari pencapaian target kinerja. Kepatuhan terhadap aturan, integritas, dan konsistensi dalam menjalankan tugas menjadi syarat utama untuk mewujudkan Polri yang profesional, prediktif, dan semakin dekat dengan masyarakat.
“Disiplin dan kepatuhan terhadap aturan kerja di lingkungan Polri bukanlah pilihan, melainkan kewajiban mutlak,” tegasnya.
Ia menekankan, disiplin internal harus menjadi pijakan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), menegakkan hukum secara profesional dan berkeadilan, serta menghadirkan pelayanan kepolisian yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Media Sosial Personel Jadi Perhatian Khusus
Tak hanya menyoroti kedisiplinan dalam pelaksanaan tugas, Kapolda Sulbar juga memberikan perhatian serius terhadap perilaku personel di ruang digital.
Menurutnya, media sosial, baik melalui akun dinas maupun akun pribadi, harus dimanfaatkan secara positif. Setiap unggahan, komentar, dan narasi yang disampaikan personel perlu mencerminkan nilai-nilai Polri serta menjaga kehormatan institusi.
“Gunakan media sosial secara positif, baik itu akun dinas maupun akun pribadi. Setiap narasi, komentar dan konten yang kita bagikan harus mencerminkan nilai-nilai Polri dan ikut menjaga marwah serta citra positif institusi di mata publik,” ujarnya.
Penegasan ini menjadi pengingat bahwa perilaku personel di ruang digital turut memengaruhi penilaian masyarakat terhadap institusi kepolisian. Karena itu, profesionalisme tidak hanya dituntut saat bertugas di lapangan, tetapi juga dalam aktivitas bermedia sosial.
Kapolda Buka Ruang Dialog, Tantangan Lapangan Dibahas
Dalam kegiatan tersebut, Totok juga membuka ruang dialog dua arah bersama para Kapolres dan pejabat wilayah. Forum ini dimanfaatkan untuk menyerap berbagai tantangan di lapangan sekaligus merumuskan langkah taktis guna meningkatkan pencapaian kinerja kepolisian di seluruh wilayah Sulawesi Barat.
Melalui komunikasi langsung tersebut, setiap jajaran diharapkan memiliki pemahaman yang selaras terhadap arah kebijakan pimpinan, sekaligus mampu menerjemahkannya menjadi langkah nyata sesuai kebutuhan wilayah masing-masing.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol Memo Ardian, menyebut commander wish perdana tersebut sebagai bentuk komitmen Kapolda dalam mengawal program Kapolri hingga ke tingkat daerah.
“Bapak Kapolda ingin memastikan seluruh jajaran memiliki frekuensi yang sama. Disiplin internal akan terus diperketat, pelayanan publik ditingkatkan dan penegakan hukum akan dipastikan berjalan secara transparan dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Sulawesi Barat,” tutupnya.
Dengan arahan perdana tersebut, seluruh jajaran Polda Sulbar diharapkan semakin solid dalam menjalankan tugas. Penegakan disiplin, peningkatan kualitas pelayanan, dan keterbukaan dalam penegakan hukum menjadi tantangan sekaligus tolok ukur untuk mewujudkan kehadiran Polri yang profesional dan dipercaya masyarakat.













