Rekam-Jejak.com SULAWESI BARAT – Ada cara berbeda yang dilakukan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Barat dalam membangun budaya tertib berlalu lintas. Bukan dengan pendekatan yang menakutkan, personel Polantas kini menyapa dan menegur pengendara secara langsung melalui layar monitor interaktif di Regional Traffic Management Center (RTMC).
Pemandangan menarik tersebut terlihat pada Rabu (14/10/2026). Melalui teknologi yang terintegrasi dengan sistem pemantauan lalu lintas, petugas tidak hanya mengawasi situasi jalan raya, tetapi juga berinteraksi langsung dengan pengguna jalan melalui pengeras suara.
Menariknya, teguran yang disampaikan bukan sekadar mengingatkan pelanggaran. Petugas justru menghadirkan pendekatan yang ramah, santun, dan edukatif, sehingga pesan keselamatan dapat diterima masyarakat tanpa menimbulkan kesan menakutkan.
Teguran dari balik layar itu membawa pesan sederhana: keselamatan lebih penting daripada sekadar menghindari tilang.
Ketika mendapati pengendara yang belum tertib, petugas memberikan imbauan agar segera memperbaiki perilaku berkendara. Mulai dari mengancingkan tali helm, mematuhi marka jalan, hingga menyalakan lampu utama kendaraan.
Respons para pengendara pun cukup positif. Sebagian terlihat tersenyum dan langsung mengikuti imbauan petugas setelah mendengar sapaan dari pengeras suara RTMC.
Suasana tersebut memperlihatkan bahwa penegakan disiplin berlalu lintas dapat dilakukan dengan cara yang lebih humanis. Bahkan, pesan keselamatan disampaikan dengan semangat dan doa agar perjalanan masyarakat berjalan lancar serta selamat sampai tujuan.
Pendekatan ini sekaligus menunjukkan perubahan pola pelayanan kepolisian di era digital. Teknologi tidak hanya dimanfaatkan untuk memantau kondisi jalan, tetapi juga menjadi sarana komunikasi langsung antara petugas dan masyarakat.
Di kesempatan terpisah, Dirlantas Polda Sulbar, Kombes Pol Nurhadi Ismanto, menyebutkan bahwa transformasi pelayanan berbasis digital tersebut merupakan bagian dari upaya membangun budaya tertib berlalu lintas yang berangkat dari kesadaran masyarakat sendiri.
Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas idealnya tumbuh bukan semata-mata karena takut ditilang, melainkan karena adanya pemahaman bahwa setiap aturan dibuat untuk melindungi keselamatan pengguna jalan.
Melalui optimalisasi RTMC, Ditlantas Polda Sulbar ingin menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat. Kehadiran polisi di jalan raya tidak hanya melalui patroli dan penindakan, tetapi juga lewat edukasi yang menyentuh dan membangun kesadaran.
Sebab, di balik setiap teguran, ada harapan agar setiap pengendara tiba di rumah dengan selamat dan kembali berkumpul bersama keluarga tercinta.
Inovasi tersebut menjadi salah satu upaya Polda Sulbar dalam mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan melalui perpaduan teknologi modern dan pendekatan yang humanis.
Humas Polda Sulbar













