Rekam Sulawesi

Bahaya Hoaks, Wakapolda Sulbar Ingatkan Siswa

11
×

Bahaya Hoaks, Wakapolda Sulbar Ingatkan Siswa

Sebarkan artikel ini

Rekam-Jejak com SULBAR – Maraknya penyebaran informasi palsu di media sosial menjadi perhatian serius Wakapolda Sulawesi Barat Brigjen Pol Hari Santoso. Ia mengingatkan para siswa agar tidak mudah percaya, terprovokasi, apalagi ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Pesan tersebut disampaikan saat Wakapolda bertindak sebagai Inspektur Upacara di MAN 1 Mamuju, Senin (2/11/2026), didampingi Karo SDM dan Kabidkum Polda Sulbar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Quick Wins Polisi Peduli Pendidikan, sebagai upaya mendekatkan Polri dengan lingkungan sekolah sekaligus membangun kesadaran generasi muda dalam menghadapi tantangan era digital.

Di hadapan para siswa, Hari Santoso menegaskan bahwa kemudahan mengakses informasi melalui telepon genggam harus diimbangi dengan kemampuan memilah dan memeriksa kebenaran informasi.

Menurutnya, tidak semua informasi yang beredar di media sosial dapat dipercaya. Bahkan, sebagian sengaja dibuat untuk menyesatkan, memprovokasi, menyebarkan kebencian hingga memecah belah persatuan.

“Saat ini kita bisa memperoleh informasi dengan sangat mudah melalui telepon genggam. Namun tidak semua yang kita baca, lihat dan terima itu benar. Ada informasi yang sengaja dibuat untuk menyesatkan, memprovokasi, menimbulkan kebencian bahkan memecah belah persatuan,” tutur Wakapolda.

Ia juga mengingatkan bahwa menyebarkan berita bohong bukan persoalan sepele. Informasi keliru yang tersebar luas dapat memicu kesalahpahaman, merugikan orang lain, mengganggu ketertiban masyarakat hingga berujung pada konsekuensi hukum.

Untuk itu, Wakapolda menitipkan empat pesan penting kepada para siswa, yakni selalu memeriksa sumber informasi, tidak mudah terprovokasi, menggunakan media sosial untuk hal positif, serta tidak menyebarkan informasi apabila masih meragukan kebenarannya.

“Kalian adalah generasi penerus bangsa. Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bijak dalam berpikir, bersikap dan menggunakan teknologi. Apa yang kalian tulis, unggah, dan bagikan harus bisa dipertanggungjawabkan,” pesannya.

Tidak hanya kepada siswa, Wakapolda juga mengajak para guru dan tenaga pendidik untuk aktif mendampingi peserta didik dalam menggunakan media sosial.

Menurutnya, pendidikan karakter dan literasi digital merupakan tanggung jawab bersama untuk membentuk generasi muda yang cerdas, berintegritas dan mampu menggunakan teknologi secara bijaksana.

“Gunakan jari untuk menyebarkan kebaikan, bukan untuk menimbulkan keresahan. Mari kita jaga bersama ruang digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab,” tutupnya.

Melalui kegiatan tersebut, Polda Sulbar berharap lingkungan pendidikan dapat menjadi benteng awal dalam menangkal hoaks sekaligus melahirkan generasi muda yang kritis, cerdas dan bertanggung jawab di ruang digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *