Rekam-Jejak.com MAMUJU – Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak cukup hanya dengan penindakan kejahatan. Kepolisian juga dituntut hadir menjawab persoalan sosial, mendengar keluhan warga, memberikan pelayanan yang humanis, hingga membangun kepercayaan masyarakat.
Pendekatan inilah yang terus dikembangkan Polda Sulawesi Barat melalui berbagai program, mulai dari Polisi Peduli Pendidikan, Polisi Peduli Pengangguran, Subuh Keliling, Minggu Kasih, peningkatan pelayanan publik, hingga pengungkapan kasus narkoba, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dan penindakan penyalahgunaan BBM ilegal.
Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun keamanan yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga menyentuh persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat.
Kabid Humas Polda Sulbar menjelaskan, kehadiran Polri harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sebab, keamanan yang berkelanjutan membutuhkan komunikasi, kepedulian, pelayanan, serta keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Polri hadir untuk memahami persoalan masyarakat secara langsung. Melalui komunikasi, pelayanan, kepedulian sosial, dan penegakan hukum, kami berupaya membangun hubungan yang saling percaya. Keamanan yang berkelanjutan membutuhkan keterlibatan masyarakat, karena masyarakat bukan hanya pihak yang dilindungi, tetapi juga mitra dalam menjaga kamtibmas,” ungkapnya.
Polisi Hadir Menyentuh Persoalan Masyarakat
Melalui pendekatan Community Policing atau pemolisian masyarakat, Polda Sulbar berupaya membangun keamanan dari lingkungan terkecil.
Program Subuh Keliling dan Minggu Kasih menjadi ruang bagi kepolisian untuk berinteraksi langsung dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga. Tidak hanya menyampaikan pesan kamtibmas, kegiatan tersebut juga membuka kesempatan bagi masyarakat menyampaikan aspirasi, keluhan, maupun persoalan yang membutuhkan perhatian.
Pendekatan ini dinilai penting karena potensi gangguan keamanan sering kali berawal dari persoalan sosial yang tidak teridentifikasi sejak dini.
Dengan komunikasi yang terbuka, kepolisian dapat memperoleh informasi lebih awal sekaligus membangun kesepahaman bersama dalam menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif.
Pendidikan dan Pengangguran Jadi Perhatian
Tidak hanya menyentuh persoalan keamanan, Polda Sulbar juga memberikan perhatian terhadap sektor pendidikan melalui program Polisi Peduli Pendidikan.
Kehadiran personel di lingkungan sekolah menjadi bagian dari upaya melihat langsung kondisi pendidikan, memperhatikan aspek keamanan, serta membangun komunikasi dengan tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat.
Pendidikan yang aman dan kondusif merupakan salah satu fondasi penting dalam mempersiapkan masa depan generasi muda.
“Pendidikan merupakan fondasi masa depan generasi bangsa. Karena itu, kepedulian terhadap pendidikan juga menjadi bagian dari kepedulian terhadap keamanan dan masa depan masyarakat,” jelas Kabid Humas.
Di sisi lain, persoalan pengangguran turut menjadi perhatian melalui program Polisi Peduli Pengangguran.
Kepolisian berupaya membangun komunikasi dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, instansi ketenagakerjaan, dan dunia usaha.
Langkah ini bukan untuk mengambil alih kewenangan instansi terkait, melainkan mendorong kolaborasi agar persoalan sosial mendapat perhatian bersama dan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.
Pelayanan Humanis, Kepercayaan Harus Dibangun
Selain kepedulian sosial, kualitas pelayanan publik juga menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Kehadiran personel di ruang publik, pelayanan yang responsif, komunikasi yang santun, serta pengamanan yang profesional merupakan bagian dari upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Kepercayaan tidak tumbuh hanya melalui slogan, tetapi melalui pengalaman masyarakat ketika berinteraksi langsung dengan petugas.
Karena itu, pendekatan humanis terus didorong tanpa mengesampingkan ketegasan dalam menjalankan tugas dan penegakan hukum.
Narkoba, Curanmor hingga BBM Ilegal Tetap Ditindak
Di tengah pendekatan sosial dan pelayanan masyarakat, Polda Sulbar juga menegaskan komitmennya dalam memberantas berbagai bentuk kejahatan.
Pengungkapan kasus narkoba, curanmor, serta penindakan penyalahgunaan dan distribusi BBM ilegal menjadi bagian dari upaya melindungi masyarakat dan menjaga kepentingan publik.
Dalam penanganan narkoba, kepolisian berupaya mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam peredaran barang terlarang tersebut.
Sementara dalam kasus curanmor, pengungkapan pelaku dan upaya pengembalian kendaraan kepada pemilik yang sah menjadi bagian dari perlindungan terhadap hak masyarakat.
Adapun penindakan penyalahgunaan BBM ilegal diarahkan untuk mencegah distribusi energi bersubsidi diselewengkan sehingga merugikan masyarakat yang berhak menerimanya.
Penegakan hukum tersebut diharapkan tidak hanya memberikan konsekuensi kepada pelaku, tetapi juga mempersempit ruang terjadinya kejahatan serupa.
Keamanan Bukan Hanya Tugas Polisi
Berbagai program tersebut memperlihatkan bahwa membangun kamtibmas membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Kepedulian sosial, pendidikan, pelayanan publik, komunikasi dengan masyarakat, pencegahan, dan penegakan hukum merupakan bagian yang saling berkaitan.
Kabid Humas Polda Sulbar menegaskan, keberhasilan kepolisian tidak semata-mata diukur dari jumlah kegiatan maupun perkara yang berhasil diungkap, tetapi juga dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Keberhasilan Polri bukan hanya tentang berapa banyak kegiatan yang dilaksanakan atau perkara yang diungkap. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat merasakan manfaat dari kehadiran polisi, merasa aman dalam beraktivitas, memperoleh pelayanan yang baik, serta memiliki kepercayaan untuk bersama-sama menjaga lingkungan,” ungkapnya.
Melalui pendekatan tersebut, Polda Sulbar terus mendorong kehadiran Polri yang tidak hanya terlihat saat terjadi gangguan keamanan, tetapi juga hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Sebab, keamanan yang kuat bukan hanya dibangun melalui penindakan, melainkan tumbuh dari kepedulian, kepercayaan, dan kebersamaan antara polisi dengan masyarakat.













