Rekam Sulawesi

Totok Suharyanto Benahi Polda Sulbar, 332 Personel Diperkuat ke Enam Polres

12
×

Totok Suharyanto Benahi Polda Sulbar, 332 Personel Diperkuat ke Enam Polres

Sebarkan artikel ini

Rekam-Jejak.com SULBAR – Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol Totok Suharyanto mulai memperkuat transformasi internal Polda Sulbar melalui sejumlah gebrakan strategis. Tak hanya meningkatkan profesionalisme dan kedisiplinan anggota, pembenahan juga menyasar penguatan akhlak hingga penambahan personel di wilayah jajaran.

Salah satu kebijakan yang menarik perhatian adalah kewajiban bagi seluruh personel Muslim untuk menghentikan sejenak aktivitas pekerjaan ketika azan Dzuhur berkumandang guna melaksanakan sholat berjamaah sebelum kembali menjalankan tugas.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari penguatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) yang dalam tiga pekan terakhir semakin digencarkan di lingkungan Polda Sulbar.

Langkah ini menunjukkan bahwa pembenahan institusi kepolisian tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis dan kekuatan operasional, tetapi juga menempatkan pembentukan karakter, moralitas, serta integritas sebagai fondasi utama pelayanan kepada masyarakat.

Melalui arahan Kapolda, Biro SDM Polda Sulbar mengakselerasi program pembinaan personel yang menyasar dua sektor penting, yakni peningkatan kualitas karakter anggota dan penguatan kekuatan operasional hingga tingkat Polres dan Polsek.

Program Binrohtal yang merupakan bagian dari Prioritas Kapolri ke-3 dilaksanakan dengan melibatkan personel sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Personel Muslim mengikuti pembinaan di Aula Mako Polda Sulbar, sedangkan personel Nasrani dan agama lainnya melaksanakan kegiatan di rumah ibadah masing-masing.

Kapolda Sulbar melalui Kabid Humas Kombes Pol Memo Ardian menegaskan, pembinaan rohani bukan sekadar agenda rutin, melainkan investasi penting untuk melahirkan anggota Polri yang berakhlak, disiplin, dan bertanggung jawab.

“Penguatan SDM Polri harus dimulai dari pembentukan karakter. Kita ingin melahirkan personel yang tidak hanya cakap secara profesional, tetapi juga memiliki integritas, moralitas, dan kepedulian terhadap masyarakat. Ketika akhlak diperkuat, maka pelayanan akan semakin humanis dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin kokoh,” tegasnya.

Namun, pembenahan yang didorong Kapolda tidak berhenti pada pembinaan keagamaan. Tata kelola sumber daya manusia juga menjadi perhatian serius.

Biro SDM terus mendorong transparansi rekrutmen, pendidikan pengembangan umum (Dikbangum), peningkatan profesionalisme melalui pelatihan fungsi teknis kepolisian, serta evaluasi kemampuan jasmani dan psikologi personel.

Penataan karier berbasis merit system juga diperkuat agar setiap anggota memiliki kesempatan berkembang berdasarkan kompetensi, prestasi, dan integritas.

Pengawasan internal serta pembentukan budaya hidup sederhana turut menjadi bagian dari upaya mencegah pelanggaran dan membangun institusi yang bersih serta bertanggung jawab.

Di sektor operasional, Kapolda Sulbar juga mendorong program Polres Kuat dan Polsek Tangguh dengan mempertebal kekuatan personel di wilayah jajaran.

Sebanyak 332 personel pilihan telah didistribusikan untuk memperkuat enam Polres, masing-masing Polres Mamuju, Majene, Polewali Mandar, Mamasa, Pasangkayu, dan Mamuju Tengah.

Penambahan kekuatan tersebut diarahkan untuk mendukung tugas operasional, memperkuat peran Bhabinkamtibmas, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Dengan penebalan personel ini, jajaran kepolisian diharapkan semakin optimal dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), mempercepat respons terhadap persoalan warga, hingga menghadirkan rasa aman di wilayah pelosok Sulawesi Barat.

Rangkaian langkah tersebut menjadi bagian dari percepatan Program Quick Wins Presisi Kapolri yang mengintegrasikan pembinaan moral, peningkatan kompetensi, transparansi pengelolaan SDM, dan penguatan pelayanan di tingkat kewilayahan.

Pesan yang ingin dibangun cukup jelas: kekuatan Polri bukan semata-mata diukur dari jumlah personel maupun kemampuan penegakan hukum, tetapi juga dari integritas anggotanya dan seberapa besar manfaat kehadiran polisi dirasakan masyarakat.

Melalui pembenahan berkelanjutan ini, Polda Sulbar menargetkan terwujudnya personel yang semakin profesional, berintegritas, disiplin, dan humanis.

Sebab, polisi yang kuat bukan hanya mampu bertindak tegas, tetapi juga memiliki akhlak mulia, dekat dengan masyarakat, serta hadir memberikan pelayanan yang tulus.

Humas Polda Sulbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *