Rekam-Jejak.com MAMUJU TENGAH – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Mamuju Tengah membawa tantangan besar bagi pelayanan air bersih. Keringnya sumber air baku di Bendungan Pedada mengakibatkan tekanan air di sejumlah wilayah layanan melemah, sehingga petugas UPTD Air Bersih harus bekerja ekstra demi memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi.
Di tengah keterbatasan pasokan, para petugas di instalasi pengolahan hingga tim lapangan bahu-membahu menjaga distribusi air tetap berjalan. Salah satu ujung tombak pelayanan adalah mobil tangki air bersih yang setiap hari, bahkan hingga larut malam, berkeliling mengantarkan air kepada pelanggan yang terdampak.
Ulir, sopir mobil tangki UPTD Air Bersih, mengaku harus bekerja tanpa mengenal waktu demi memenuhi tingginya permintaan air bersih, khususnya di wilayah Topoyo.

“Biasanya kami mengantar air ke satu BTN sampai sembilan tangki berkapasitas 5.000 liter. Pengiriman dimulai sejak pagi dan dilanjutkan lagi pada malam hari,” ungkap Ulir saat diwawancarai.
Menurutnya, kondisi kemarau membuat kebutuhan air bersih meningkat drastis. Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak dan menampung air saat aliran masih tersedia.
“Kami berharap masyarakat tetap hemat menggunakan air dan menampungnya saat mengalir. Mari kita berdoa bersama agar hujan segera turun sehingga daerah kita terhindar dari kekeringan dan krisis air bersih. Armada yang kami miliki saat ini hanya satu unit. Semoga ke depan bisa ditambah agar pelayanan semakin maksimal,” harapnya.

Secara terpisah, Kepala UPTD Air Bersih mengajak seluruh pelanggan dan pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi dampak El Niño yang menyebabkan berkurangnya debit air baku.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada TNI dan Polri yang telah membantu mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang benar-benar mengalami krisis air.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap bijak menggunakan air dan bersama-sama menjaga sumber daya air, mulai dari hulu hingga sampai ke tingkat pelanggan. Kolaborasi semua pihak sangat dibutuhkan agar pelayanan air bersih tetap bisa berjalan di tengah musim kemarau,” ujarnya.
Di balik air bersih yang mengalir ke rumah-rumah warga, tersimpan perjuangan para petugas yang bekerja tanpa lelah. Siang dan malam mereka berjuang di tengah keterbatasan demi memastikan masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan paling mendasar: air bersih.













