Rekam Sulawesi

Tiga Hari Tak Terlihat Keluar Kamar, Wartawan 71 Tahun Ditemukan Meninggal di Kos

121
×

Tiga Hari Tak Terlihat Keluar Kamar, Wartawan 71 Tahun Ditemukan Meninggal di Kos

Sebarkan artikel ini

Rekam-Jejak.com PASANGKAYU – Suasana duka menyelimuti sebuah rumah kos di Jalan Diponegoro, Dusun Kampung Tengah, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Minggu (6/9/2026) pagi.

Seorang wartawan, Wardam Mustafa, SE (71), ditemukan telah meninggal dunia di dalam kamar kosnya sekitar pukul 09.45 WITA.

Penemuan korban bermula dari kekhawatiran seorang tetangga kos, Rahmawati (42). Selama kurang lebih tiga hari, ia tidak melihat Wardam keluar dari kamar seperti biasanya.

Pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WITA, Rahmawati kemudian mencoba mengecek kondisi korban. Namun, pintu kamar dalam keadaan terkunci.

Ia sempat memanggil nama korban dan mengetuk pintu berkali-kali, tetapi tidak mendapat respons.

Kecurigaan semakin kuat ketika Rahmawati mencoba melihat melalui jendela kamar dan mencium aroma tidak sedap dari dalam ruangan. Ia kemudian meminta bantuan Arif (50), warga sekitar, bersama penghuni kos lainnya.

Dengan disaksikan warga, Arif akhirnya membuka paksa jendela kamar. Mereka kemudian mendapati Wardam telah terbaring dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Mendapat laporan tersebut, Pamapta III Polres Pasangkayu, IPDA Ivo, bersama personel piket fungsi segera mendatangi lokasi. Polisi melakukan penanganan awal, meminta keterangan para saksi serta berkoordinasi dengan tenaga medis dan pihak keluarga korban.

Dari pemeriksaan luar yang dilakukan Dr. Richard dari Puskesmas Pasangkayu 1, korban ditemukan dalam kondisi kaku dan terdapat lebam pada tubuh. Pemeriksaan medis juga menemukan sejumlah obat, di antaranya dexamethasone, CTM dan ranitidine, di sekitar korban.

Namun, dari pemeriksaan luar tersebut, tidak ditemukan tanda-tanda luka trauma maupun indikasi kekerasan pada tubuh korban.

Pihak keluarga juga menyatakan tidak keberatan atas meninggalnya Wardam Mustafa. Berdasarkan keterangan keluarga, almarhum sebelumnya diketahui memiliki riwayat penyakit TBC dan asam lambung.

Kapolres Pasangkayu AKBP Joko Kusumadinata melalui Pamapta III IPDA Ivo mengatakan, kepolisian telah melakukan penanganan sesuai prosedur dengan mendatangi lokasi, mengumpulkan keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga korban.

“Dari hasil pemeriksaan luar oleh tenaga medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Selanjutnya, berdasarkan kesepakatan pihak keluarga dan tim medis, jenazah dibawa ke RSUD Kabupaten Pasangkayu untuk dilakukan pembersihan sembari menunggu kedatangan keluarga dari Kabupaten Mamuju,” ujar IPDA Ivo.

Kepergian Wardam Mustafa meninggalkan duka bagi keluarga, kerabat, tetangga, serta orang-orang yang selama ini mengenalnya.

Sosok wartawan yang menjalani kesehariannya dengan sederhana itu mengembuskan napas terakhir dalam kesunyian kamar kosnya. Kabar kepergiannya baru diketahui setelah warga merasa khawatir lantaran beberapa hari tidak melihat korban beraktivitas.

Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Kabupaten Pasangkayu. Keluarga dari Kabupaten Mamuju masih dalam perjalanan untuk selanjutnya menentukan proses pemakaman almarhum.

Kepergian Wardam Mustafa menjadi kabar duka bagi dunia jurnalistik di Pasangkayu. Ia telah menyelesaikan perjalanan panjang kehidupannya dan meninggalkan kenangan bagi mereka yang pernah mengenal dan berinteraksi dengannya.

Selamat jalan, Wardam Mustafa, SE. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *