Rekam Sulawesi

Kapolres Mateng Waspadai Karhutla

5
×

Kapolres Mateng Waspadai Karhutla

Sebarkan artikel ini

Rekam-Jejak.com MAMUJU TENGAH – Musim kemarau mulai meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Mamuju Tengah. Mengantisipasi munculnya titik api, Kapolres Mamuju Tengah AKBP Ari Prayitno mengajak masyarakat memperketat kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah preventif menyikapi kondisi cuaca panas dan kering yang membuat vegetasi serta lahan lebih mudah terbakar. Masyarakat, khususnya yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan rawan, diminta tidak menganggap remeh sumber api sekecil apa pun.

Kapolres secara tegas mengingatkan warga untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Larangan serupa berlaku terhadap pembakaran sampah di ruang terbuka serta kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan.

“Satu percikan api kecil di musim kemarau seperti ini bisa menjadi bencana besar. Mari kita jaga hutan dan lahan kita sebagai warisan berharga bagi anak cucu,” tegas AKBP Ari Prayitno.

Menurutnya, kondisi lahan yang kering membuat api dapat dengan cepat menjalar melalui semak dan vegetasi yang mudah terbakar. Karena itu, setiap aktivitas yang menggunakan api harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan memastikan api benar-benar telah padam sebelum ditinggalkan.

Tak hanya mengedepankan pencegahan, Kapolres juga mendorong masyarakat menjadi mata dan telinga dalam upaya deteksi dini. Warga yang menemukan titik api, kepulan asap atau indikasi kebakaran diminta segera melaporkannya kepada kepolisian, pemadam kebakaran maupun pemerintah setempat.

Untuk mempercepat penanganan dalam kondisi darurat, masyarakat juga dapat menghubungi layanan Kepolisian melalui Call Center 110.

“Deteksi dini dan respons cepat sangat penting. Semakin cepat diketahui dan ditangani, semakin kecil kemungkinan api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” ujarnya.

Kapolres menegaskan, pencegahan Karhutla bukan semata-mata tugas aparat. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, kepolisian, instansi terkait hingga masyarakat yang berada di wilayah rawan kebakaran.

Polres Mamuju Tengah jajaran Polda Sulawesi Barat pun terus memperkuat langkah preventif melalui edukasi dan imbauan kepada masyarakat. Sinergi lintas sektor diharapkan mampu mencegah munculnya titik api sekaligus mempercepat penanganan apabila kebakaran terjadi.

Sebab, dalam situasi kemarau, mencegah satu titik api jauh lebih mudah daripada memadamkan kebakaran yang telah meluas. Kewaspadaan bersama menjadi kunci menjaga hutan dan lahan, melindungi masyarakat serta mempertahankan keamanan dan kelestarian lingkungan di Mamuju Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *