Rekam Sulawesi

Pasca Dugaan Penganiayaan, Polresta Mamuju Perketat Pengamanan SPBU Solar

8
×

Pasca Dugaan Penganiayaan, Polresta Mamuju Perketat Pengamanan SPBU Solar

Sebarkan artikel ini

Rekam-Jejak.com MAMUJU – Pasca terjadinya dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam di SPBU Simbuang, Kelurahan Karema, Kabupaten Mamuju, Polresta Mamuju mengambil langkah antisipatif dengan meningkatkan pengawasan dan pencegahan di sejumlah SPBU, khususnya yang melayani pengisian BBM jenis solar.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah potensi perselisihan yang dapat dipicu oleh antrean panjang maupun persoalan pengaturan pengisian BBM.

Kapolresta Mamuju menegaskan, keamanan dan ketertiban di area SPBU menjadi perhatian bersama. Masyarakat, sopir, maupun pengelola SPBU diminta mengedepankan kesabaran serta tidak mudah terpancing emosi.

«“Kami mengimbau masyarakat agar tetap sabar dan tertib saat mengantre BBM. Jangan mudah terpancing emosi, apalagi sampai melakukan tindakan kekerasan. Persoalan antrean harus diselesaikan dengan cara yang baik,” ujar Kapolresta Mamuju.»

Sebagai bentuk pencegahan, Polresta Mamuju bersama polsek jajaran akan memperkuat patroli dialogis di sejumlah SPBU, terutama pada jam-jam yang berpotensi terjadi antrean panjang.

Petugas juga akan berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk memastikan jalur antrean tertata dengan jelas, tersedia petugas pengawas, serta terdapat mekanisme penanganan cepat apabila muncul perselisihan di lokasi.

Tak hanya patroli, peran Bhabinkamtibmas juga akan diperkuat. Personel di masing-masing wilayah diarahkan melakukan sambang sekaligus memberikan edukasi kamtibmas kepada masyarakat, sopir, dan petugas SPBU.

Imbauan tersebut meliputi pentingnya menjaga ketertiban antrean, tidak saling menyerobot, menghindari provokasi, serta tidak membawa senjata tajam atau benda berbahaya ke tempat umum.

«“Kami juga meminta pihak SPBU agar aktif mengawasi antrean dan segera menghubungi kepolisian apabila melihat potensi keributan. Pencegahan harus dilakukan sejak awal, sebelum persoalan kecil berkembang menjadi tindak pidana,” jelasnya.»

Kapolresta Mamuju juga mengingatkan masyarakat mengenai konsekuensi hukum membawa maupun menggunakan senjata tajam tanpa hak. Karena itu, masyarakat diminta tidak membawa benda berbahaya ketika beraktivitas, termasuk saat mengantre BBM.

Penguatan pengamanan tersebut diharapkan mampu mencegah terulangnya kejadian serupa sekaligus menciptakan suasana pelayanan BBM yang aman, tertib dan kondusif.

Polresta Mamuju menekankan bahwa persoalan antrean BBM seharusnya tidak berujung pada pertikaian. Koordinasi antara masyarakat, pengelola SPBU dan kepolisian dinilai menjadi kunci agar potensi konflik dapat dicegah sejak dini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *