Rekam Sulawesi

“Ragaku Pergi, Hati Tetap di Sulbar”, Pesan Haru Adi Deriyan

143
×

“Ragaku Pergi, Hati Tetap di Sulbar”, Pesan Haru Adi Deriyan

Sebarkan artikel ini

Rekam-Jejak.com MAMUJU – Suasana haru menyelimuti Malam Kenal Pamit Kapolda Sulawesi Barat di Ballroom Hotel D’Maleo, Mamuju, Jumat (9/10/2026). Momen pergantian kepemimpinan itu bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi ajang perpisahan penuh kenangan bagi Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta sekaligus penyambutan Kapolda baru, Irjen Pol Totok Suharyanto.

Kalimat “Ragaku memang pergi, tetapi hatiku tetap di Sulbar” menjadi pesan paling menyentuh yang disampaikan Adi Deriyan di hadapan para pejabat Forkopimda, jajaran kepolisian, serta tamu undangan.

Dalam sambutan perpisahannya, Adi Deriyan mengungkapkan rasa bangga dan syukur atas kesempatan mengabdi di Bumi Malaqbi selama satu tahun satu bulan. Ia mengakui masih terdapat kekurangan selama masa kepemimpinannya, tetapi menegaskan bahwa dirinya telah berupaya memberikan yang terbaik bagi Sulawesi Barat.

“Sejak awal bertugas di Sulbar, saya berkomitmen memberikan yang terbaik. Tentu kami sadar masih ada kekurangan. Namun, saya tetap bangga pernah bertugas di sini. Satu tahun satu bulan berlalu begitu cepat, di mana hanya ada canda tawa dan keamanan yang kondusif,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan keyakinannya terhadap kepemimpinan penggantinya. Menurutnya, estafet kepemimpinan Polda Sulbar kini berada di tangan Irjen Pol Totok Suharyanto yang diharapkan mampu melanjutkan pengabdian dan membawa institusi tersebut semakin baik.

“Alhamdulillah, tongkat estafet kini diserahkan kepada orang yang tepat, yaitu Irjen Pol Totok Suharyanto. Beliau cerdas, dan saya yakin jauh lebih mampu membawa Sulbar ke arah yang lebih baik,” tuturnya.

Gubernur Ungkap Peran Adi Deriyan Hadapi Gelombang Demonstrasi

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Barat menyoroti pentingnya koordinasi dan kerja sama dalam menjaga stabilitas daerah. Ia mengenang masa awal kedatangan Adi Deriyan, ketika Sulbar menghadapi gelombang demonstrasi.

“Jujur saja, saat Bapak Adi Deriyan pertama kali tiba, kita sedang diuji dengan gelombang demonstrasi. Namun, berkat kebijaksanaan, semua dapat teratasi dengan baik. Inilah bukti bahwa koordinasi dan kerja sama adalah kunci membangun daerah,” ujarnya.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi Adi Deriyan bersama istrinya, Ny. Santi Adi Deriyan, yang dinilainya telah menjalin hubungan baik dengan pemerintah daerah selama bertugas di Sulawesi Barat.

“Pak Adi Deriyan dan Ibu adalah orang baik, jujur, dan kooperatif, selalu hadir di setiap momen kegiatan pemerintahan. Selamat jalan, Pak Adi dan Ibu. Kenangan yang telah kita bangun tak akan terlupakan,” katanya.

Ia kemudian mengutip kearifan budaya Mandar yang menggambarkan eratnya ikatan kekeluargaan dengan pendatang yang pernah tinggal dan mengabdi di tanah Sulawesi Barat.

“Siapa yang sudah meminum air putih di tanah ini, maka ia telah menjadi keluarga kita,” ucapnya.

Kapolda Baru Diajak Bergandengan Tangan Membangun Sulbar

Kepada Kapolda Sulbar yang baru, Irjen Pol Totok Suharyanto, Gubernur menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus mengajak seluruh unsur pemerintahan dan aparat keamanan memperkuat kolaborasi demi kemajuan daerah.

Ia memaparkan bahwa Sulawesi Barat memiliki enam kabupaten, dengan pertumbuhan ekonomi sekitar lima persen serta potensi unggulan di sektor perkebunan, terutama kelapa sawit dan kakao.

Gubernur juga menyinggung potensi sumber daya alam Sulbar yang dinilai masih menyimpan peluang besar untuk dikembangkan, termasuk mineral strategis dan kekayaan lingkungan yang perlu dikelola secara bertanggung jawab.

Menurutnya, Sulawesi Barat tidak boleh dipandang sebelah mata karena memiliki peluang untuk berkembang menjadi daerah yang semakin diperhitungkan dalam beberapa tahun mendatang.

“Saat ini mungkin Sulbar masih dipandang sebelah mata. Namun, lima sampai sepuluh tahun ke depan, percayalah, Sulbar akan menjadi daerah yang didambakan. Potensi ini menanti kita kelola bersama,” tegasnya.

Ia menegaskan pemerintah daerah siap mendukung upaya menjaga keamanan dan menciptakan kondisi yang kondusif agar pembangunan berjalan optimal.

“Untuk itu, mari kita bergandengan tangan menjaga keamanan dan membangun Sulbar. Pemerintah daerah siap mendukung penuh. Satukan tujuan, agar Sulbar semakin harum di mata dunia,” lanjutnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur turut menyampaikan permohonan maaf kepada Adi Deriyan apabila selama berinteraksi dan bekerja sama terdapat perkataan maupun perbuatan yang kurang berkenan.

Penampilan Bhayangkari Warnai Malam Perpisahan

Malam kenal pamit semakin semarak dengan penampilan jajaran Bhayangkari yang menghibur para tamu undangan. Suasana haru kembali terasa ketika para pejabat Forkopimda dan undangan secara bergantian menyerahkan cendera mata kepada Adi Deriyan sebagai bentuk penghargaan dan kenangan atas pengabdiannya di Sulawesi Barat.

Puncak acara berlangsung meriah ketika Adi Deriyan naik ke panggung untuk membawakan sebuah lagu dengan iringan Band Siamasei. Tepuk tangan dan sorakan para tamu mengiringi penampilannya, mencairkan suasana haru menjadi momen kebersamaan yang penuh kehangatan.

Pergantian kepemimpinan ini menandai berakhirnya masa pengabdian Adi Deriyan Jayamarta di Sulawesi Barat sekaligus dimulainya babak baru di bawah kepemimpinan Irjen Pol Totok Suharyanto.

Namun, bagi keluarga besar Sulawesi Barat, perpisahan tersebut bukan berarti putusnya ikatan. Sebab, seperti pesan yang ditinggalkan Adi Deriyan, meski raga harus pergi, kenangan dan hati akan tetap tinggal di Bumi Malaqbi.

Humas Polda Sulbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *