Rekam-Jejak.com PASANGKAYU – Wakil Bupati Pasangkayu, Dr. Hj. Herny Agus, secara resmi membuka kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Gabungan Palang Merah Remaja (PMR) di MAN 1 Pasangkayu, Jumat (9/10/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Satukan Langkah, Tingkatkan Keterampilan, Wujudkan Jiwa Kemanusiaan” ini diikuti para siswa perwakilan dari berbagai sekolah menengah atas yang tergabung dalam PMR.
Turut hadir perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Pasangkayu, Kepala MAN 1 Pasangkayu beserta jajaran, serta para peserta Diklatsar Gabungan PMR.
Dalam sambutannya, Herny Agus yang juga menjabat sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasangkayu menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, Diklatsar PMR bukan sekadar pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter, kedisiplinan, kepedulian sosial, serta jiwa kemanusiaan bagi generasi muda.
Ia menegaskan, PMR merupakan wadah pembinaan yang menanamkan nilai keikhlasan, semangat tolong-menolong, dan kepedulian terhadap sesama tanpa membedakan latar belakang.
“Menjadi relawan bukan hanya tentang mengenakan seragam, tetapi tentang kesiapan untuk hadir ketika sesama membutuhkan. Jadilah relawan yang kehadirannya membawa harapan, memberikan pertolongan, dan memberi manfaat melalui pengabdian,” pesannya.
Herny juga mengingatkan para peserta bahwa tugas PMR merupakan bagian dari pengabdian kemanusiaan yang memiliki nilai ibadah.
“Apa yang kita kerjakan dalam kegiatan kemanusiaan ini, insyaallah, menjadi catatan amal ibadah di sisi Allah SWT,” ujarnya.
Ia pun berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti setiap rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh, memperhatikan materi yang diberikan, serta melaksanakan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab.
Melalui Diklatsar Gabungan PMR ini, diharapkan para peserta mampu meningkatkan keterampilan kepalangmerahan, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan jiwa relawan yang sigap, disiplin, dan peduli terhadap sesama.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi langkah dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan menolong, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.













