Rekam-Jejak.com SULBAR – Kapolda Sulawesi Barat (Sulbar) Irjen Pol Totok Suharyanto menegaskan bahwa keberhasilan Operasi Patuh 2026 tidak diukur dari banyaknya surat tilang yang dikeluarkan, melainkan dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
Penegasan itu disampaikan saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh 2026 di Sulawesi Barat, Senin (26/10/2026). Operasi tahun ini mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib dan Berkeselamatan”.
Dalam arahannya, Totok menyebut terdapat tiga indikator utama yang menjadi tolok ukur keberhasilan operasi. Pertama, meningkatnya disiplin dan kepatuhan masyarakat dalam berkendara. Kedua, menurunnya angka kriminalitas di masyarakat. Ketiga, berkurangnya angka fatalitas kecelakaan lalu lintas.
“Jika ketiga hal ini tercapai, barulah kita katakan Operasi Patuh berhasil. Banyaknya tilang bukanlah tolok ukur keberhasilan kita,” tegasnya.
Kapolda menekankan, penertiban lalu lintas harus berorientasi pada perubahan perilaku masyarakat, bukan sekadar pelaksanaan kegiatan rutin atau pemenuhan target penindakan.
Karena itu, seluruh personel yang terlibat diminta menjalankan tugas secara maksimal melalui pendekatan humanis dan tidak arogan, tanpa mengurangi ketegasan dalam menegakkan aturan.
“Kita hidup bukan di tatanan formalitas, tetapi kita hidup di tatanan substansial. Maksimalkan setiap tugas yang diemban. Empat belas hari ke depan jangan sekadar formalitas. Menertibkan masyarakat harus benar-benar sampai ke tujuannya, yaitu terwujudnya kesadaran berlalu lintas,” ujar Totok.
Ia juga mengingatkan agar penindakan di lapangan tetap mengedepankan edukasi dan persuasi. Menurutnya, masyarakat perlu memahami pentingnya mematuhi aturan demi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
“Ingat, kita menginginkan perubahan kesadaran, bukan sekadar kertas tilang yang menumpuk,” tambahnya.
Selain pendekatan humanis, Kapolda turut menekankan pentingnya sinergi lintas fungsi dan kerja sama antarinstansi. Koordinasi yang terpadu dinilai penting agar pelaksanaan operasi berjalan efektif dan mampu mencapai tujuan bersama.
Operasi Patuh 2026 dilaksanakan selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, di seluruh wilayah hukum Polda Sulawesi Barat.
Melalui operasi ini, kepolisian berharap disiplin masyarakat semakin meningkat, pelanggaran lalu lintas dapat ditekan, serta risiko kecelakaan fatal dapat dikurangi demi mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan di Sulawesi Barat.
Humas Polda Sulbar













