MAMUJU, Rekam-Jejak.com – Upaya mencegah perundungan atau bullying di lingkungan sekolah terus menjadi perhatian Polda Sulawesi Barat. Kali ini, Kapolda Sulbar Irjen Pol Totok Suharyanto turun langsung menyapa guru dan ratusan pelajar SMAN 1 Mamuju, Senin (26/10/2026), melalui program Polisi Peduli Pendidikan (POLIDIK).
Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan untuk memberikan edukasi tentang bahaya perundungan sekaligus membangun karakter generasi muda yang disiplin, berprestasi, dan saling menghargai.
Didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Sulbar, Kapolda mengajak para siswa menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Ia menegaskan bahwa tindakan perundungan, baik berupa kekerasan fisik, ucapan yang menyakiti, maupun melalui media sosial, harus dihindari.
“Sebagai generasi muda, tugas utama kalian adalah mengisi waktu dengan belajar, mengukir prestasi, mengembangkan bakat, dan menjauhi pergaulan negatif. Hormati setiap orang tanpa memandang perbedaan, dan jadilah pengguna media sosial yang bijak,” pesan Totok di hadapan para pelajar.
Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi tempat bagi setiap siswa untuk berkembang, bukan ruang yang membuat seseorang merasa takut, tertekan, atau dikucilkan akibat perlakuan teman sebaya.
Karena itu, keberanian menolak perundungan dan menghormati perbedaan perlu ditanamkan sejak dini, baik dalam interaksi langsung maupun saat menggunakan media sosial.
Tiga Pesan Kapolda untuk Generasi Emas 2045
Dalam kesempatan tersebut, Totok juga menyampaikan tiga pesan penting sebagai bekal para pelajar menyongsong Indonesia Maju 2045.
Pertama, rajin membaca untuk memperluas wawasan dan menambah pengetahuan. Kedua, disiplin menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Ketiga, menghormati serta menjunjung tinggi kedua orang tua.
Pesan itu disampaikan sebagai pengingat bahwa keberhasilan generasi muda tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kedisiplinan, nilai moral, dan sikap menghargai sesama.
Kegiatan semakin interaktif ketika sesi tanya jawab dibuka. Para siswa terlihat antusias menyampaikan pertanyaan, mulai dari cara menjaga kedisiplinan hingga kiat mempersiapkan diri untuk menjadi anggota Polri.
Polda Sulbar kemudian memberikan apresiasi kepada siswa yang berani bertanya dan menunjukkan sikap kritis. Bentuk apresiasi tersebut berupa cokelat serta fasilitas pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) gratis sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Selain edukasi antiperundungan, kegiatan ini juga diisi pembinaan psikologi oleh Biro SDM Polda Sulbar bagi pelajar yang memiliki cita-cita mengabdi sebagai anggota Polri.
Kolaborasi Sekolah dan Keluarga Jadi Kunci
Pihak SMAN 1 Mamuju menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan kepedulian jajaran Polda Sulbar terhadap dunia pendidikan.
Sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, dan keluarga diharapkan mampu memperkuat pencegahan perundungan sekaligus membangun lingkungan pendidikan yang lebih aman dan kondusif.
Melalui program POLIDIK, Polda Sulbar mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki empati, karakter kuat, dan kepedulian terhadap sesama.
Upaya tersebut diharapkan menjadi langkah bersama untuk menekan kasus perundungan hingga nol kasus serta mempersiapkan generasi emas Sulawesi Barat yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Sumber: Humas Polda Sulbar













