Rekam Sulawesi

Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran, 10 Pohon Sawit Terdampak

14
×

Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran, 10 Pohon Sawit Terdampak

Sebarkan artikel ini

Rekam-Jejak.com PASANGKAYU – Kepulan asap disusul kobaran api menghanguskan sebagian lahan perkebunan sawit di Dusun Tarussa, Desa Singgani, Kecamatan Lariang, Kabupaten Pasangkayu, Jumat (4/9/2026) siang.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 WITA. Api membakar rerumputan, dahan, serta material kering di sekitar kebun dan mulai mengancam tanaman sawit. Sedikitnya 10 pohon sawit diperkirakan terdampak akibat kebakaran tersebut.

Mendapat laporan adanya kebakaran, Bhabinkamtibmas Polsek Baras bersama Kanit Res Polsek Baras dan personel piket langsung bergerak menuju lokasi untuk membantu masyarakat dan pemerintah desa melakukan pemadaman.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati api masih menyala di sejumlah titik. Bersama warga, personel kepolisian berjibaku memadamkan api secara manual menggunakan peralatan seadanya guna mencegah kobaran menjalar ke area perkebunan lainnya.

Upaya pemadaman berlangsung sekitar dua jam. Api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 15.50 WITA.
Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Pasangkayu yang tiba di lokasi turut melakukan penanganan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi kembali menyala.

Sementara itu, berdasarkan keterangan saksi Ismail (31), aparat Desa Singgani, kebakaran diduga bermula dari seseorang yang membuang puntung rokok sembarangan. Kendati demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam penanganan dan pemantauan petugas.

Usai api berhasil dipadamkan, Bhabinkamtibmas juga memberikan imbauan kepada masyarakat, termasuk anak-anak sekolah, agar tidak sembarangan membuang puntung rokok maupun bermain api, terutama di kawasan yang dipenuhi daun, ranting, dan rerumputan kering.

Kapolsek Baras IPTU Fantri Alfaisar mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan sumber api sekecil apa pun, mengingat kondisi lahan yang kering sangat mudah terbakar.

“Jangan anggap remeh puntung rokok maupun api kecil. Di tengah kondisi lahan yang kering, api dapat dengan cepat membesar dan meluas. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran lahan,” imbau Fantri.

Kesigapan warga, pemerintah desa, personel Polri, serta petugas pemadam kebakaran menjadi faktor penting dalam mengendalikan kobaran api sehingga tidak meluas dan mengancam area perkebunan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *