Rekam Sulawesi

Polda Sulbar Gelar Doa Bersama, Ikhtiar Hadapi Kekeringan dan Karhutla

10
×

Polda Sulbar Gelar Doa Bersama, Ikhtiar Hadapi Kekeringan dan Karhutla

Sebarkan artikel ini

Rekam-Jejak.com MAMUJU – Kepolisian Daerah Sulawesi Barat menggelar doa bersama dan istisqa untuk memohon hujan serta keselamatan masyarakat di tengah ancaman kekeringan ekstrem dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolda Sulbar, Irjen Pol. Totok Suharyanto, berlangsung di Aula Marannu Polda Sulbar, Kamis (15/10/2026). Sejumlah pejabat utama, Wakapolda, personel kepolisian, tokoh agama, dan elemen masyarakat turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Doa bersama ini menjadi tindak lanjut arahan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang menekankan pentingnya kepedulian terhadap dampak kekeringan dan ancaman karhutla di sejumlah wilayah.

Dalam suasana khusyuk, para peserta melantunkan zikir dan doa, memohon agar wilayah Sulawesi Barat segera mendapatkan hujan yang membawa keberkahan, lahan yang terdampak kekeringan kembali pulih, serta kebakaran yang terjadi dapat segera ditangani.

Selain itu, doa dipanjatkan agar masyarakat senantiasa diberikan perlindungan dan kekuatan dalam menghadapi perubahan cuaca yang berpotensi memicu bencana.

Melalui Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol. Memo Ardian, Kapolda Sulbar menegaskan bahwa penanganan bencana membutuhkan ikhtiar menyeluruh, baik melalui langkah nyata di lapangan maupun pendekatan spiritual.

“Doa bersama ini adalah ikhtiar spiritual kita sebagai hamba Tuhan. Ini merupakan pelengkap dari segala langkah nyata, kerja keras dan mitigasi fisik yang selama ini telah kita lakukan bersama jajaran TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan para relawan dalam memadamkan api dan menyalurkan bantuan air bersih. Kita bergerak di lapangan, dan kita mengetuk pintu langit dengan doa,” tutur Memo Ardian menyampaikan pesan Kapolda.

Menurutnya, doa bersama juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan antara Polri dan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana yang berdampak terhadap lingkungan maupun kehidupan warga.

Polda Sulbar menegaskan bahwa penanganan karhutla dan kekeringan tidak hanya membutuhkan koordinasi antarlembaga, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat dalam mencegah meluasnya dampak bencana.

Warga pun diimbau segera melaporkan apabila menemukan asap mencurigakan, indikasi pembakaran, atau titik api di kawasan hutan dan lahan. Laporan dapat disampaikan melalui kantor kepolisian terdekat atau saluran pengaduan resmi yang tersedia.

Melalui kegiatan ini, Polda Sulbar berharap semangat kebersamaan semakin kuat, sehingga upaya pencegahan dan penanganan karhutla dapat berjalan beriringan dengan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.

Polisi Bersama Rakyat, Bersama Menjaga Alam dan Melindungi Masyarakat.

Humas Polda Sulbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *