Rekam Jejak

Sebulan Tanpa MBG, Siswa SMPN 1 Bambaira Menanti Kepastian

106
×

Sebulan Tanpa MBG, Siswa SMPN 1 Bambaira Menanti Kepastian

Sebarkan artikel ini

Rekam-Jejak.com PASANGKAYU – Harapan siswa untuk kembali menikmati program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Bambaira, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, hingga kini masih harus menunggu kepastian.

Informasi yang dihimpun media ini, Senin (5/10/2026), SMPN 1 Bambaira sebelumnya telah menerima layanan MBG selama kurang lebih enam bulan. Namun, program tersebut kemudian dihentikan sementara dan hingga saat ini sudah sekitar satu bulan tidak lagi disalurkan kepada para siswa.

Penghentian layanan tersebut disebut berkaitan dengan kondisi dan pembenahan fasilitas dapur yang dinilai belum memadai.

Kepala SPPG Pasangkayu Bambaira, Risman, membenarkan adanya penghentian sementara tersebut. Ia menyebut keputusan itu diambil karena pihaknya sedang melakukan perbaikan dapur dan tidak ingin mengambil risiko dalam proses produksi makanan.

«“Kami kurangi untuk sementara, ada perbaikan dapur. Bahkan kami sudah konfirmasi ke sekolah bahwa kami ada perbaikan dapur,” ujar Risman.»

Namun, di tengah alasan pembenahan fasilitas tersebut, muncul pertanyaan yang patut mendapat perhatian publik: sampai kapan siswa harus menunggu?

Sebab, penghentian layanan MBG bukan hanya berdampak pada SMPN 1 Bambaira. Informasi yang dihimpun menyebutkan, SMAN 1 Bambaira juga sudah sekitar satu bulan tidak mendapatkan layanan MBG.

Kondisi ini tentu menjadi sorotan. Pembenahan dapur dan peningkatan standar produksi merupakan langkah penting, terlebih program MBG berkaitan langsung dengan kebutuhan makanan bagi para penerima manfaat.

Tetapi di sisi lain, keberlanjutan pelayanan juga tidak boleh luput dari perhatian.

Jika fasilitas memang belum memenuhi standar, pembenahan tentu harus dilakukan. Namun, masyarakat juga membutuhkan kepastian waktu, bukan sekadar informasi bahwa layanan dihentikan sementara.

Publik berhak mengetahui sejauh mana proses perbaikan telah berjalan, apa saja fasilitas yang dibenahi, kapan proses tersebut ditargetkan selesai, serta kapan siswa kembali mendapatkan makanan bergizi seperti sebelumnya.

Jangan sampai alasan pembenahan fasilitas justru membuat penerima manfaat kehilangan kepastian atas program yang sebelumnya telah mereka terima selama berbulan-bulan.

Sorotan ini bukan untuk mempertanyakan pentingnya perbaikan dapur, melainkan memastikan bahwa setiap proses pembenahan benar-benar berujung pada pelayanan yang lebih aman, bersih, berkualitas dan berkelanjutan.

Kini, perhatian publik tertuju kepada pengelola SPPG Pasangkayu Bambaira agar proses pembenahan fasilitas dilakukan secara serius, transparan dan sesuai standar.

Sebab, bagi para siswa, yang mereka tunggu bukan sekadar dapur yang selesai diperbaiki, tetapi kembalinya layanan MBG dengan kepastian dan kualitas yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *