Rekam Jejak

Jalan Setapak Waturalele, Akses Warga Terabaikan

55
×

Jalan Setapak Waturalele, Akses Warga Terabaikan

Sebarkan artikel ini

Rekam-Jejak.com SIGI – Infrastruktur jalan di wilayah pelosok Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, kembali menuai sorotan. Warga Dusun Tiga, Desa Waturalele, Kecamatan Dolo Barat, harus bertahun-tahun menghadapi akses transportasi yang jauh dari kata layak.

Satu-satunya jalur yang menghubungkan permukiman warga dengan wilayah luar hingga kini masih berupa jalan setapak berbatu di kawasan perbukitan terjal.

Kondisi tersebut bukan sekadar persoalan kenyamanan. Bagi warga, jalur ekstrem itu menjadi ancaman nyata terhadap keselamatan sekaligus hambatan serius bagi aktivitas ekonomi dan pelayanan dasar.

Saat hujan turun, permukaan jalan menjadi licin dan sulit dilalui. Kendaraan roda empat bahkan tidak dapat melintas, sementara pengendara roda dua harus ekstra hati-hati menghadapi kemiringan medan.

Dampaknya dirasakan hampir di seluruh aspek kehidupan masyarakat. Hasil bumi sulit dibawa ke pasar, distribusi kebutuhan pokok tersendat, dan mobilitas warga menjadi terbatas.

Ironisnya, persoalan akses tersebut juga menyentuh sektor kesehatan. Tim medis dari puskesmas setempat disebut kerap harus berjalan kaki selama berjam-jam untuk menjangkau warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Jalur ini sangat menuntut perhatian serius dari pemerintah daerah. Selain menyulitkan membawa barang logistik, kami juga selalu cemas dengan keselamatan anak-anak sekolah dan warga yang sakit saat harus dievakuasi melewati jalan terjal ini,” ungkap salah seorang warga saat ditemui, Senin (21/9/2026).

Di tengah kondisi tersebut, perhatian warga kini tertuju kepada Pemerintah Kabupaten Sigi, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR).

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi maupun rilis teknis yang diketahui warga terkait jadwal peningkatan jalan, baik melalui rabat beton maupun pengaspalan, untuk jalur perbukitan menuju Dusun Tiga.

Kondisi topografi yang ekstrem serta keterbatasan dan skala prioritas anggaran daerah diduga menjadi salah satu faktor belum tersentuhnya akses tersebut.

Namun bagi masyarakat, alasan geografis dan keterbatasan anggaran tidak seharusnya membuat persoalan akses dasar berlarut-larut tanpa kepastian.

Warga berharap Pemkab Sigi turun langsung melihat kondisi lapangan, bukan hanya menerima laporan dari balik meja.

Masyarakat Desa Waturalele, khususnya warga Dusun Tiga, juga mendorong agar pembangunan akses jalan tersebut menjadi bagian dari pembahasan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) mendatang.

Bagi mereka, jalan yang layak bukan sekadar proyek infrastruktur. Jalan merupakan urat nadi yang menentukan apakah hasil bumi bisa sampai ke pasar, anak-anak dapat bersekolah dengan aman, dan warga yang sakit bisa mendapatkan pertolongan tanpa harus mempertaruhkan keselamatan.

Kini, warga Dusun Tiga menunggu satu hal: kapan jalan yang selama ini hanya berupa jalur berbatu itu benar-benar mendapat perhatian dan penanganan pemerintah?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *