Rekam Sulawesi

Nonton Bareng Film Autopsy, Kapolda Sulbar Ajak Personel Belajar dari Ketelitian Forensik

193
×

Nonton Bareng Film Autopsy, Kapolda Sulbar Ajak Personel Belajar dari Ketelitian Forensik

Sebarkan artikel ini

Rekam-Jejak.com MAMUJU – Layar lebar Bioskop XXI Maleo Town Square (Matos) Mamuju dipadati ratusan penonton dalam kegiatan nonton bareng film Autopsy: Dead Body Can Talk, Kamis (10/9/2026).

Menariknya, kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta bersama jajaran Pejabat Utama Polda Sulbar, Karo Dokpol Pusdokkes Polri, personel Polri, Bhayangkari hingga masyarakat umum.

Bukan sekadar hiburan, film tersebut menyuguhkan kisah perjuangan para ahli forensik dalam mengungkap kebenaran dari tubuh korban yang telah meninggal dunia.

Ketika saksi mata tidak ada, cerita tertutup dan kejahatan berusaha bersembunyi, ilmu pengetahuan, ketelitian serta dedikasi menjadi kunci untuk menemukan fakta.

Film itu menggambarkan bahwa kematian bukanlah akhir dari sebuah cerita. Tubuh korban justru dapat menjadi saksi bisu yang paling jujur. Setiap luka, tanda dan detail pada tubuh korban dapat menjadi petunjuk penting untuk mengungkap sebuah perkara dan menghadirkan keadilan.

Sepanjang pemutaran film, para penonton tampak terpukau mengikuti alur cerita yang menegangkan sekaligus sarat makna.

Tidak hanya menyajikan cerita yang menarik, film tersebut juga memberikan pesan mendalam mengenai pentingnya ketelitian, kejujuran dan keberanian dalam proses penegakan hukum.

Melalui Kabid Humas Polda Sulbar Kombes Pol Memo Ardian, Kapolda Sulbar menyampaikan bahwa kebenaran pada akhirnya akan menemukan jalannya, bahkan ketika tidak ada seorang pun yang berani berbicara.

“Bukti fisik, ketelitian dan integritas adalah senjata kita,” pesan Kapolda.

Menurutnya, bagi setiap personel Polri, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa dalam setiap penanganan perkara terdapat kepercayaan besar dari masyarakat yang harus dijaga.

Setiap pekerjaan harus dilakukan secara akurat, jujur dan tidak terburu-buru. Sebab, keadilan tidak boleh dikorbankan hanya karena tekanan ataupun tuntutan waktu.

Kegiatan nonton bareng ini pun diharapkan mampu memperkuat pemahaman bahwa proses penegakan hukum harus berlandaskan fakta, ilmu pengetahuan dan integritas.

Di sisi lain, momen tersebut memperlihatkan sisi humanis kepolisian. Personel Polri, Bhayangkari dan masyarakat duduk berdampingan, menikmati film, tertawa, merenung serta berbagi waktu dalam suasana yang penuh keakraban.

Kebersamaan itu menjadi ruang untuk membangun komunikasi sekaligus memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat.

“Ketika menonton bersama, belajar bersama dan ketika belajar bersama, kita membangun pemahaman yang sama bahwa keamanan, keadilan dan kebenaran adalah tanggung jawab semua,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Humas Polda Sulbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *